Kunci Kerukunan! Sambut Ramadhan, LDII Mandau Wujudkan Lingkungan Nyaman Lewat Kerja Bakti
Kerukunan bukanlah sekadar teori. Bagi Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Mandau, Bengkalis, kenyamanan ibadah dan harmoni sosial diwujudkan melalui formula wajib: aksi nyata dan kontribusi kolektif.
Aksi nyata ini terwujud dalam kegiatan Kerja Bakti masif yang dilaksanakan pada Minggu, 15 Februari 2026, di wilayah Mandau. Kerja bakti ini merupakan persiapan terbaik dalam menghadapi bulan suci Ramadhan, dengan tujuan vital untuk memastikan seluruh lingkungan, terutama fasilitas ibadah, nampak bersih, rapi, dan nyaman.
Puluhan anggota LDII Mandau turun langsung membawa sapu dan cangkul, menunjukkan kekompakan dan sinergi dalam membersihkan area di sekitar tempat ibadah dan fasilitas umum. Pencapaian dari aksi kolektif ini adalah lingkungan kini terjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanannya, menciptakan suasana kondusif untuk beribadah.
Menanggapi semangat kontribusi ini, Ketua PC LDII Kecamatan Mandau, Dasrial Efendi, menjelaskan filosofi di balik kegiatan tersebut.
“Kita selalu mengedepankan budi luhur dengan jalan berkarya, kontribusi sekecil apapun dan yang terpenting komunikasi sesuai tingkatan,” ujar Dasrial Efendi, menegaskan bahwa kontribusi fisik adalah cerminan dari budi luhur yang dijunjung organisasi.
Lebih dari sekadar persiapan Ramadhan, kegiatan gotong royong ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan LDII Mandau terhadap lingkungan. Gotong royong dipandang bukan hanya sebagai ritual musiman menjelang hari besar keagamaan.
Salah satu partisipan kegiatan menyampaikan bahwa aktivitas ini telah menjadi agenda rutin. “Kegiatan ini tidak hanya dilakukan sebelum Ramadhan. Karena gotong royong ini adalah agenda lingkungan yang wajib kami jaga,” jelasnya, menyoroti pentingnya konsistensi. Konsistensi dalam aksi bersama ini secara langsung memperkuat kerukunan dan kekompakan di antara seluruh anggota, membuktikan bahwa harmoni tercipta dari kerja kolektif.
PC LDII Mandau berhasil membuktikan bahwa kenyamanan ibadah dan kerukunan sosial harus didukung oleh kontribusi kolektif dan aksi nyata di lapangan. Semangat gotong royong yang menjadi manifestasi budi luhur ini diharapkan mampu menginspirasi komunitas lain di Bengkalis, khususnya Mandau, untuk menyambut Ramadhan dengan lingkungan yang optimal. Menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci bagi terwujudnya kerukunan yang sesungguhnya.

