LatestNasionalNews

Pemerintah Lakukan Efisiensi, LDII Ajak Masyarakat Hidup Sederhana dan Peduli Sosial

Jakarta, (10/3) – Menghadapi ketidakpastian ekonomi global, pemerintah melakukan efisiensi anggaran belanja negara di berbagai kementerian. Meskipun upaya ini diharapkan tidak mengganggu layanan publik, kondisi ekonomi dunia yang fluktuatif menuntut kesiapan masyarakat untuk hidup lebih hemat dan efisien. Menanggapi hal ini, Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sederhana dan meningkatkan kepedulian sosial 9 Maret 2025.

KH Chriswanto menjelaskan bahwa ketidakpastian ekonomi global telah memicu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran di sektor industri ekspor. “Sejak akhir 2024 hingga kuartal pertama 2025, puluhan ribu pekerja di Pulau Jawa telah terkena PHK. Ini adalah indikasi nyata dari ketidakstabilan ekonomi dunia,” paparnya.

Pemerintah telah berupaya mengatasi dampak PHK dengan meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan dapat menyerap 15 juta tenaga kerja atau sukarelawan. Namun, KH Chriswanto menilai program ini belum berjalan maksimal akibat kendala anggaran dan operasional. “Program ini perlu didukung oleh semua pihak agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

Hidup Sederhana dan Konsep Muzhid-Mujhid

Menghadapi situasi ini, KH Chriswanto mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sederhana. “Konsep muzhid-mujhid dalam Islam mengajarkan kita untuk tidak berlebihan, namun tetap bekerja keras. Hidup efisien bukan berarti berhenti berusaha, melainkan mengelola sumber daya dengan bijak,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat menyikapi PHK dan tantangan ekonomi dengan tawakal dan mencari solusi secara rasional. “Krisis yang disikapi dengan emosional justru dapat memicu krisis sosial. Mari kita hadapi dengan kepala dingin dan terus mencari alternatif pekerjaan,” pesannya.

KH Chriswanto menekankan pentingnya meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. “Keluarga yang mampu dapat membantu mereka yang sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat PHK atau kebangkrutan usaha. Solidaritas seperti ini dapat menjadi solusi jangka pendek untuk meredakan dampak krisis,” ujarnya.

Selain itu, ia mengajak para kepala daerah yang baru terpilih dalam Pilkada untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Potensi pajak dan retribusi daerah harus digali tanpa membebani masyarakat kelas bawah. Pengeluaran daerah juga perlu difokuskan pada program yang mendesak dan berdampak luas,” paparnya.

KH Chriswanto menegaskan bahwa komunikasi publik menjadi kunci dalam menghadapi krisis. “Masyarakat perlu memahami kondisi keuangan daerah agar tidak timbul ketidakpercayaan dan keresahan. Kepala daerah harus transparan dan efektif dalam menyampaikan informasi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pemerintah untuk lebih berhati-hati dalam merancang program dan menetapkan anggaran. “Pemborosan harus dihindari, dan budaya birokrasi perlu diubah menjadi lebih bertanggung jawab. Efisiensi bukan hanya tentang penghematan, tetapi juga tentang pengelolaan yang lebih baik,” tegasnya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, efisiensi anggaran dan pola hidup sederhana menjadi solusi penting. LDII melalui KH Chriswanto mengajak masyarakat untuk tetap bekerja keras, meningkatkan kepedulian sosial, dan mendukung upaya pemerintah dalam mengoptimalkan sumber daya. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, diharapkan tantangan ekonomi dapat diatasi secara efektif. (DPP)

Rif

Belajar Seperti lebah yang mampu menghsilkan madu, yang sangat bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *