Ketua MUI Indragiri Hilir di Pengajian Akbar LDII: “Boleh Yakini Iman Sendiri Benar, Tapi Jangan Sebut Iman Orang Lain Salah!
Tembilahan (25/2)- Mengawali pekan dengan pesan kesejukan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indragiri Hilir, Drs. Azhari, M.A., memberikan tausiyah mendalam dalam acara “Pengajian Akbar LDII” yang dipusatkan di Masjid Baitul Mukhlisin, Pekan Arba, Tembilahan, pada Minggu (24/5/2026). Di hadapan ratusan warga LDII, Azhari menekankan pentingnya menjaga lisan dan adab dalam beragama, terutama dalam meyakini kebenaran iman tanpa harus merendahkan keyakinan pihak lain.
Dalam arahannya, Drs. Azhari mengingatkan para jamaah bahwa semangat menuntut ilmu harus selaras dengan kemuliaan akhlak. Beliau menegaskan bahwa ilmu tanpa adab hanya akan melahirkan kesombongan intelektual yang memicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Kita memang perlu berilmu. Saling mencari kebenaran boleh saja, tapi jangan sampai menyalahkan orang lain. Rasulullah SAW telah bersabda: adab itu didahulukan sebelum ilmu. Adab jauh lebih utama, karena dari ilmu yang benar itulah akan tumbuh adab yang mulia,” ujar Azhari di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, Ketua MUI Inhil ini menyoroti fenomena klaim kebenaran (truth claim) yang sering kali menjadi pemicu konflik sosial. Ia mengajak warga LDII untuk memiliki pengertian yang luas dalam beragama, baik terhadap sesama Muslim maupun penganut agama lain, demi menjaga stabilitas bangsa yang majemuk.
“Kita boleh mengatakan iman kita benar, tapi jangan pernah mengatakan iman orang lain salah. Hal ini kita terapkan baik kepada sesama umat Islam maupun non-Muslim. Agama yang kita miliki memang teguh dan lurus, namun kita harus tetap memiliki sikap pengertian yang luas, apalagi dalam konteks kita hidup berbangsa dan bernegara yang beragam,” tegasnya.
Sebagai landasan teologis, Azhari membedah konsep iman dengan merujuk pada pemikiran ulama besar Imam Al-Ghazali. Ia menjelaskan bahwa iman dibangun di atas tiga pilar utama: keyakinan di dalam hati, pengakuan melalui lisan, serta manifestasi dalam amal perbuatan nyata. Namun, ia mengingatkan bahwa aspek yang paling krusial adalah keseimbangan emosional dalam menjalankan pilar-pilar tersebut.
“Setiap bagian dari iman itu separuh-separuh. Separuhnya diisi dengan rasa syukur, dan separuh lainnya harus diisi dengan sikap sabar,” paparnya saat mengutip filosofi Imam Al-Ghazali mengenai hakikat keimanan yang sempurna.
Kegiatan Pengajian Akbar ini diselenggarakan oleh DPD LDII Indragiri Hilir sebagai wadah konsolidasi spiritual bagi warga untuk memperdalam pemahaman keislaman yang moderat. Kehadiran tokoh otoritas seperti Ketua MUI dimaksudkan untuk memberikan wawasan komprehensif mengenai integrasi antara ketaatan beragama dan harmoni sosial di tingkat daerah.
Melalui pesan-pesan tersebut, diharapkan warga LDII senantiasa mampu menjaga kerukunan antarumat beragama dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Nilai-nilai ini diharapkan menjadi pegangan bagi jamaah untuk tetap memegang teguh adab Islami dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, beragama, maupun bernegara.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut diakhiri dengan doa bersama, menandai komitmen kolektif untuk mewujudkan Kabupaten Indragiri Hilir yang lebih damai dan religius melalui penguatan karakter adab di atas ilmu.

