Spirit Berbagi Suparjo di Kampar: Bukti Kepedulian Sosial Tak Bergantung pada Kekayaan
PANCURAN GADING, TAPUNG – Sebuah teladan nyata tentang kepedulian sosial dan keikhlasan berbagi ditunjukkan oleh seorang warga masyarakat, Suparjo, di Desa Pancuran Gading, Kabupaten Kampar, Riau, pada Selasa (3/2/2026). Di kediamannya yang sederhana di Jalan Melur 2, ia menginisiasi dan menyelenggarakan acara santunan anak yatim yang dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen organisasi kemasyarakatan.
Dalam sambutannya yang penuh makna, Suparjo menyampaikan filosofi berbaginya yang mendalam. “Berbagi tidak harus menunggu kita memiliki banyak harta. Justru yang perlu diwaspadai adalah apabila kelak ditakdirkan kaya, kita malah lupa untuk berbagi,” ujarnya. Pesan sederhana ini menjadi inti sekaligus inspirasi dari kegiatan yang berlangsung khidmat pukul 14.00 WIB tersebut.
Acara tersebut mendapat dukungan dan apresiasi luas dari stakeholder desa. Sekretaris Desa (Sekdes) Pancuran Gading, Hazri, yang hadir mewakili Kepala Desa, menyambut baik inisiatif ini. “Kami mewakili pemerintah desa sangat mengapresiasi kegiatan yang positif ini. Semoga dapat menjadi tradisi tahunan yang berkelanjutan di masyarakat kita,” ungkap Hazri.
Dukungan juga disampaikan oleh Ketua PAC LDII Pancuran Gading, Nurahman. “Semoga langkah mulia Bapak Suparjo ini bisa menjadi inspirasi dan virus kebaikan bagi kita semua, untuk lebih peduli dan menyayangi anak-anak yatim di sekitar kita,” tuturnya. Kehadiran perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh masyarakat, dan aparatur desa dalam acara ini memperlihatkan kolaborasi sosial yang kuat, melampaui sekat organisasi.
Kegiatan santunan ini tidak hanya bermakna sebagai bantuan materi, tetapi lebih sebagai penguatan nilai-nilai sosial kemasyarakatan dan edukasi publik tentang pentingnya berbagi dalam kondisi apa pun. Inisiatif Suparjo menjadi bukti nyata bahwa modal utama filantropi akar rumput adalah kemauan dan kepekaan sosial, bukan semata kelimpahan materi.
Gerakan sosial spontan seperti ini diharapkan dapat memicu gelombang inspirasi kebaikan di tengah masyarakat, mendorong lebih banyak pihak untuk turut aktif dalam membangun jaring pengaman sosial dan memperhatikan masa depan anak-anak, khususnya mereka yang membutuhkan.

