Hebohh! Tasyakuran Pernikahan 11 Pasang Mubaligh-Mubalighot, Bupati Indragiri Hulu Beri Pesan Menyentuh Hati
INDRAGIRI HULU (1/6) – Langkah inspiratif dalam memperkokoh institusi keluarga dakwah dilakukan oleh LDII Provinsi Riau Zona Timur. Sebanyak 11 pasang mubaligh dan mubalighot melaksanakan Tasyakuran Pernikahan massal di Pondok Pesantren Nur Haq Airmolek pada Minggu (31/5/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi sorotan utama setelah Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto, hadir langsung memberikan pesan menyentuh bagi para mempelai dalam membangun generasi yang berakhlakul karimah.
Kegiatan tasyakuran ini bukan sekadar perayaan formalitas, melainkan langkah strategis LDII dalam membentuk keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah yang mandiri. Melalui proses pembinaan berkesinambungan, pernikahan 11 pasang pendakwah ini diharapkan menjadi teladan nyata di tengah masyarakat.
Ketua Panitia pelaksana, Adang Sridarta menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas terlaksananya pernikahan para mubaligh dan mubalighot yang telah dipersiapkan dengan matang. Menurutnya, momentum ini menjadi sarana mempererat silaturahim, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas.
“Kami berharap seluruh pasangan yang menikah dapat membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah serta menjadi keluarga yang mampu mendukung kegiatan dakwah, pendidikan, dan pembinaan generasi penerus di tengah masyarakat,” ujar Adang Sridarta.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen LDII dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui pernikahan yang sesuai dengan tuntunan agama dan peraturan perundang-undangan. “Tasyakuran ini bukan sekadar perayaan pernikahan, tetapi juga bentuk syukur sekaligus ikhtiar membangun keluarga-keluarga dakwah yang kuat, harmonis, dan mampu melahirkan generasi penerus yang berakhlakul karimah,” tegasnya.
Kehadiran Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto, memberikan warna tersendiri pada acara ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat dan mendoakan agar seluruh pasangan senantiasa diberikan keberkahan dalam menjalani kehidupan berkeluarga.
“Semoga pernikahan ini menjadi pernikahan yang pertama dan terakhir. Jadilah pasangan yang saling menghargai, saling mendukung, serta mampu mendidik dan melahirkan putra-putri yang sholeh dan sholehah,” pesan Bupati Ade Agus Hartanto.
Lebih lanjut, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada LDII Provinsi Riau Zona Timur serta Pondok Pesantren Nur Haq. Ia menilai lembaga ini telah berkontribusi besar dalam membentuk generasi muda berakhlak mulia melalui penerapan 29 karakter luhur sebagai budaya kebaikan dalam pendidikan para santri.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua LDII Provinsi Riau, Firdaus, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati beserta istri. Ia berpesan bahwa pernikahan adalah ibadah mulia yang menyatukan dua keluarga besar untuk kemaslahatan yang lebih luas.
“Pernikahan diharapkan mampu melahirkan generasi yang sholeh dan sholehah serta memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” ungkap Firdaus.
Melengkapi dimensi spiritualitas acara, Dewan Penasehat DPP LDII, KH. Edi Suparto, mengingatkan para mempelai tentang kunci ketahanan rumah tangga. Ia menekankan bahwa sabar adalah salah satu kunci utama untuk mencapai keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. “Menikah itu berarti telah menyempurnakan sepertiga agamanya,” jelas KH. Edi Suparto.

Kegiatan ini secara holistik bertujuan untuk meningkatkan semangat pembinaan generasi penerus melalui keluarga yang religius dan bertanggung jawab. LDII berharap melalui momentum ini, para mubaligh dan mubalighot semakin berkomitmen dalam menjalankan peran dakwah dan pengabdian kepada masyarakat melalui keteladanan dalam kehidupan berkeluarga.
Acara tasyakuran yang berlangsung penuh kekeluargaan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Indragiri Hulu, Camat Pasir Penyu, jajaran pengurus DPW dan DPD LDII se-Provinsi Riau, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan 11 pasangan pengantin dalam memulai pengabdian baru mereka sebagai pasangan suami-istri sekaligus pendakwah di tengah umat.
Suasana semakin meriah dengan berbagai kegiatan yang melibatkan generasi penerus LDII Riau Zona Timur. Mulai dari bazar, fashion show, hingga penampilan seni bela diri yang menampilkan kreativitas, bakat, dan karakter generasi muda yang berprestasi.

Antusiasme ribuan masyarakat yang hadir menjadi bukti nyata bahwa pembinaan generasi merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, LDII menunjukkan komitmen yang berkelanjutan dalam membina generasi bangsa yang profesional religius, berakhlakul karimah, serta siap memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan agama, bangsa, dan negara.

