LDII Optimistis Koperasi Syariah Jadi Penggerak Ekonomi Berkeadilan di Indonesia
Jakarta, (16/7) – Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 pada 12 Juli mengusung tema “Koperasi Maju, Indonesia Adil dan Makmur”. Momentum ini dinilai tepat untuk menguatkan peran koperasi sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Ardito Bhinadi, Ketua DPP LDII sekaligus Dosen Ekonomi Syariah UPN Veteran Yogyakarta, menyatakan bahwa tema tersebut selaras dengan prinsip ekonomi Islam: keadilan, pemerataan, dan kesejahteraan kolektif.
Ardito menilai koperasi syariah yang dikelola LDII memiliki potensi strategis, antara lain:
- Meningkatkan literasi keuangan syariah melalui edukasi berkelanjutan.
- Memberdayakan anggota lewat pembiayaan berbagi hasil dan zero-riba.
- Fokus pada sektor riil seperti pertanian dan UMKM, yang terbukti menyerap tenaga kerja.
Meski menjanjikan, Ardito mengakui sejumlah tantangan:
- Minimnya pemahaman masyarakat tentang mekanisme koperasi syariah.
- Persaingan dengan lembaga keuangan konvensional yang lebih besar.
- Keterbatasan SDM profesional di bidang ekonomi syariah.
Untuk itu, LDII menggalakkan:
✔ Edukasi intensif via pengajian, seminar, dan media digital.
✔ Modernisasi layanan, seperti pembiayaan mikro syariah dan transaksi digital.
✔ Kolaborasi multipihak dengan pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha.
Pemanfaatan teknologi dinilai krusial untuk efisiensi operasional, perluasan pasar, dan pengelolaan anggota. “Dengan strategi tepat, koperasi syariah bisa menjadi motor penggerak ekonomi berkeadilan,” tegas Ardito.
Sebagai penutup, ia menekankan bahwa semangat Harkopnas ke-78 harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar retorika. “Koperasi yang inklusif, transparan, dan adaptif akan membawa Indonesia menuju keadilan ekonomi yang hakiki,” tutupnya. (Lin)

