Berita DaerahGeneralNewsQurbanRohilWarta Daerah

PC LDII Bagansinembah: Kurban Wujudkan Peran Ayah dalam Mendidik Generasi Bertakwa


Bagansinembah (6/6) — Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Bagansinembah menekankan pentingnya memahami ibadah kurban sebagai ajang meneladani peran ayah dalam membentuk generasi berakhlak dan bertakwa.

Ketua PC LDII Bagansinembah, Nur Yanto, menjelaskan bahwa kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail adalah contoh luar biasa bagaimana peran orang tua, khususnya ayah, sangat menentukan arah tumbuh kembang anak dalam hal ketakwaan dan ketaatan kepada Allah.

“Kurban bukan sekadar penyembelihan hewan. Lebih dari itu, kurban adalah pendidikan. Dalam kisah Nabi Ibrahim, kita melihat bagaimana seorang ayah mendidik anaknya agar siap melaksanakan perintah Allah dengan ikhlas. Ini adalah keteladanan luar biasa dalam membentuk karakter generasi muda,” ujar Nur Yanto dalam keterangannya di sela-sela persiapan kurban.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendidikan berbasis tauhid harus dimulai dari keluarga. Seorang ayah perlu menjadi panutan dalam hal spiritualitas, keteguhan prinsip, serta komunikasi yang membimbing, bukan hanya mengarahkan. “Nabi Ibrahim mampu menyampaikan perintah yang sangat berat kepada Nabi Ismail dengan cara yang penuh hikmah. Bahkan Ismail pun menerima perintah itu dengan lapang dada karena telah dibesarkan dengan nilai-nilai keimanan,” tambahnya.

Dalam konteks saat ini, lanjut Nur Yanto, orang tua dihadapkan pada tantangan besar: arus informasi digital, budaya permisif, dan gaya hidup instan. “Anak-anak mudah terpapar nilai-nilai asing yang kadang bertentangan dengan ajaran Islam. Maka, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah dengan pendekatan yang mengakar pada nilai agama,” tuturnya.

Sebagai wujud implementasi nilai sosial dan spiritual kurban, PC LDII Bagansinembah pada Idul Adha tahun ini menghimpun 13 ekor sapi dan 15 ekor kambing dari warga LDII di beberapa lingkungan dan masjid. Penyembelihan dilakukan serentak di sejumlah lokasi di wilayah Kecamatan Bagansinembah dengan melibatkan generasi muda sebagai bagian dari edukasi lapangan.

“Keterlibatan pemuda dalam penyembelihan dan distribusi daging kurban bukan hanya melatih mereka dalam hal teknis, tapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial dan semangat gotong royong,” jelasnya.

Nur Yanto juga menambahkan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini tetap mengutamakan kebersihan, kehalalan, dan pemerataan distribusi kepada yang berhak menerima. Daging kurban disalurkan ke warga sekitar tanpa memandang latar belakang, sebagai bentuk kontribusi LDII dalam membangun harmoni sosial.

Ia berharap, semangat Idul Adha bisa menjadi momentum evaluasi keluarga dalam mendidik anak-anak, sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga. “Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial tinggi,” tegasnya.

Kurban, menurutnya, bukan sekadar ibadah tahunan, melainkan pengingat abadi bahwa dalam setiap pengorbanan ada nilai luhur yang harus diwariskan: keikhlasan, keteguhan iman, dan cinta kepada Allah dan sesama.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *