Berita DaerahDPW LDII RIAUInhu

Di Tengah Gempuran Era Post-Truth, DPW LDII Riau Gelar Rakorwil Zona 3 di Inhu: Bangun Benteng Digital dan Perkuat Kampung Proklim

INDRAGIRI HULU (14/9) — Di tengah gempuran era post-truth, di mana fakta sering kali terdistorsi oleh opini, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Riau mengambil langkah berani dengan membangun “benteng digital” yang tangguh melalui penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Langkah strategis ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Zona 3 yang digelar di Aula Pondok Pesantren Masjid Nur Haq, Air Molek, Kabupaten Indragiri Hulu, pada Minggu (13/9/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan organisasi rutin, melainkan momentum penting untuk transformasi digital, penajaman manajemen internal, serta penguatan integritas di tingkat akar rumput. Mengusung tema “Sinergi Kontribusi 8 Klaster LDII untuk Bangsa Menuju Riau Maju Berkelanjutan & Sukses RPJPD 2025–2045”, Rakorwil ini menyelaraskan program internal LDII dengan agenda pembangunan jangka panjang daerah serta program Asta Cita pemerintah pusat.

Kehadiran Jajaran Pengurus dan Konsolidasi Tingkat Akar Rumput

Rakorwil Zona 3 ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus DPW LDII Provinsi Riau, di antaranya:

  • Firdaus, S.E., M.M. (Mewakili Ketua DPW LDII Riau)
  • Ir. Budi Mulyono (Sekretaris DPW LDII Riau)
  • Nurkholiman, S.Kom., M.Kom. (Bidang TIAT DPW LDII Riau)
  • Awaldi Hasibuan (Biro Pemberdayaan Masyarakat DPW LDII Riau)

Konsolidasi wilayah ini juga diikuti oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII dari tiga kabupaten, yakni Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Pelalawan, beserta jajaran Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di wilayah masing-masing.

Transformasi Digital dan Penguatan Wawasan Kebangsaan

Dalam arahannya, Firdaus, S.E., M.M., menegaskan pentingnya keterpaduan 8 Klaster Kontribusi LDII—mulai dari kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, hingga energi terbarukan—dalam menjawab tantangan zaman.

“Fokus utama konsolidasi ini diarahkan pada penguatan manajemen internal yang dinamis untuk menghadapi tantangan disinformasi. Pendekatan edukasi berbasis ukhuwah islamiyah dan wawasan kebangsaan menjadi katalisator penting dalam menjaga kerukunan di tengah kemajemukan budaya masyarakat Riau,” ujar Firdaus.

Pendampingan di bidang teknologi juga diperkuat oleh Nurkholiman, S.Kom., M.Kom., guna memastikan efisiensi keorganisasian dan pemanfaatan sarana digital secara bijak, aman, serta produktif oleh seluruh pengurus dan warga LDII.

Dakwah Bil-Hal: Pembumian Program Proklim dan Ketahanan Pangan

Salah satu penekanan penting dalam Rakorwil ini dipaparkan oleh pemateri Awaldi Hasibuan melalui sesi bertajuk “PROKLIM sebagai Media Dakwah Bil-Hal LDII: Pembumian Mega Proyek Budi Luhur Melalui Karya Nyata untuk Masyarakat dan Bangsa (LDII untuk Bangsa)”.

Awaldi menyampaikan bahwa kontribusi LDII tidak hanya berhenti pada narasi atau dakwah lisan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata (dakwah bil-hal). Salah satunya adalah partisipasi aktif dalam Program Kampung Iklim (Proklim), pelestarian lingkungan hidup, serta penguatan ketahanan pangan di daerah.

“Implementasi karakter budi luhur ditunjukkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Melalui Program Kampung Iklim, warga LDII diajak bertindak nyata menjaga kelestarian alam, mengelola sampah, serta mendukung keberlanjutan sektor pangan demi kemaslahatan masyarakat luas,” ungkap Awaldi.

Melalui Rakorwil Zona 3 ini, DPW LDII Riau berharap seluruh jajaran pengurus dari tingkat DPD hingga PC dan PAC semakin solid, adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, serta konsisten mencetak SDM profesional religius demi mewujudkan visi Riau yang maju, hijau, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *