DPW LDII RIAUNasionalNewsPertanianTOP STORIES

Sinergi LDII Riau dan Pakar Belanda, Dorong Proklim Agrowisata Pekanbaru ke Internasional

PEKANBARU (ldiiriau.or.id) – Komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Riau. Melalui program pembinaan di tingkat tapak, Kawasan Program Kampung Iklim (Proklim) RW 05 Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru kini bersiap melangkah ke panggung internasional.

Pada Sabtu (29/8), kawasan peraih Penghargaan Tertinggi Trophy Utama Proklim Nasional ini menerima kunjungan kerja teknis dari PUM Netherlands Senior Experts, sebuah lembaga ahli internasional asal Den Haag, Belanda. Kunjungan dipantau langsung oleh Perwakilan PUM Netherlands, drg. Viviyanti, DPH, MHealSc, untuk memvalidasi standarisasi tata kelola aksi iklim lokal.

Jajaran pengurus teras DPW LDII Riau turut mengawal langsung peninjauan lapangan ini, di antaranya Sekretaris Ir. Budimulyono, Wakil Ketua H. Firdaus, SE., MM., serta Ir. Purnomo Kasmizan. Kehadiran pengurus wilayah ini mempertegas implementasi “8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa” di sektor lingkungan hidup dan ketahanan pangan.

Rangkaian peninjauan dimulai pada Unit Pengolahan Sampah Terpadu (UPST) Mandiri Energi Sederhana yang dikomandoi oleh Ketua RW 05, Awaldi Hasibuan. Di lokasi ini, perwakilan ahli asal Belanda menyaksikan demonstrasi teknologi mesin pirolisis swadaya.

Alat inovatif ini mampu menyuling limbah sampah plastik kering menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif jenis solar. Menariknya, BBM hasil olahan warga tersebut telah dimanfaatkan secara aktif untuk menggerakkan traktor operasional pertanian lokal.

Rombongan kemudian bergeser meninjau kawasan pertanian terpadu Kebun Buah Katon Jaya. Di lahan hijau produktif ini, tim PUM Netherlands bersama pengurus LDII Riau berdialog langsung dengan kelompok tani binaan mengenai konsistensi pemanfaatan pupuk organik sirkular.

Aktivitas perkebunan hortikultura unggulan ini berfokus pada budidaya tanaman pangan bernilai tinggi, seperti semangka dan melon premium khas Kelurahan Agrowisata. Integrasi antara pengolahan limbah UPST dan pupuk pertanian menjadi bukti sukses sistem ekonomi sirkular berbasis komunitas.

Sebagai langkah konkret pasca-kunjungan lapangan, Tim Utama Proklim RW 05 bersama LDII Riau langsung mempercepat proses administratif melalui sinkronisasi dan input data teknis ke pangkalan data (database) resmi NGO Belanda.

Langkah digitalisasi koordinat alamat serta profil penggiat lokal ini menjadi pintu gerbang resmi untuk membuka program transfer teknologi jangka panjang, pendampingan manajemen ekowisata, sekaligus memperkuat portofolio wilayah dalam menyerap pendanaan kualitas lingkungan lanjutan dari Kementerian LHK RI. (Moel)

Rif

Belajar Seperti lebah yang mampu menghsilkan madu, yang sangat bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *