Langkah Hadapi Perubahan Iklim, Proklim Agrowisata Palas Siap Mendunia Bersama PUM Netherlands
PEKANBARU** – Proklim Agrowisata Kelurahan Palas Barat kini mulai mendunia? Inilah rahasia besar terobosan Penggiat Agrowisata Palas yang bersiap melangkah ke panggung internasional berkat kolaborasi strategis bersama Akademisi UNRI Dr Imamsuparayogi ST.MT juga menjabat ketua DPW Ldii Riau. Kunjungan penting drg Viviyanti, DPH, MHealSc tenaga ahli senior , PUM Netherlands perwakilan organisasi internasional tersebut pada 29 Agustus 2026 menjadi momentum krusial bagi Proklim Agrowisata Palas dalam memperkuat dan mengembangkan ketahanan iklim berbasis kemasyarakatan.

Langkah ini momentum merupakan respons atas tantangan nyata perubahan iklim yang mulai menekan produktivitas pertanian dan kesejahteraan warga di Palas Barat. Perubahan pola cuaca yang tidak menentu, peningkatan suhu ekstrem, hingga gangguan hama menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan lokal. Menghadapi situasi tersebut, kawasan Agrowisata Palas berevolusi menjadi benteng pertahanan lingkungan melalui pengelolaan pertanian berkelanjutan, konservasi air, penghijauan, serta pengelolaan sampah plastik menjadi Pertasol.
Dalam paparan sebagai pembina sebagai Pembina juga narasumber ahli Dr. Imamsuprayogi ST.MT menekankan bahwa keterlibatan pihak internasional adalah kunci untuk akselerasi program. “Untuk bisa berkembang, ikuti arahan dari perwakilan NGO,” tegasnya di hadapan para pengelola dan masyarakat setempat.
Melalui Program Kampung Iklim (PROKLIM), Agrowisata Palas tidak hanya fokus pada perbaikan ekosistem, tetapi juga pada pembangunan kemandirian masyarakat. Program ini dirancang untuk menciptakan warga yang tangguh menghadapi perubahan iklim sekaligus mampu memetik manfaat ekonomi dari pengembangan wisata hijau yang produktif.

Panitia pelaksana kegiatan mengungkapkan bahwa sinergi adalah fondasi utama keberhasilan ini. “Proklim bisa berkembang dan memberi manfaat, perlu melakukan kolaborasi dengan bidang terkait,” ujar perwakilan komite saat menjelaskan peta jalan pengembangan kawasan. Targetnya, Agrowisata Palas akan menjadi pusat edukasi lingkungan yang mampu menyatukan aspek konservasi dengan potensi pariwisata berkelanjutan.
Apresiasi tinggi datang langsung dari drg. Viviyanti, DPH, MHealSc selaku PUM Netherlands Senior Experts yang hadir bersama timnya. Validasi global ini semakin diperkuat dengan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan lokal, termasuk jajaran pengurus LDII Riau.
Ir. Budimulyono (Sekjen LDII Riau), H. Firdaus SE.MM (Wakil Ketua), serta Ir. Purnomo Kasmizan yang turut hadir memberikan kesan positif terhadap pengelolaan kawasan ini. “Proklim Agrowisata Palas sangat bagus dan timnya solid serta kuat,” ungkap perwakilan LDII Riau tersebut saat meninjau langsung kesiapan infrastruktur di lokasi.

PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI PERTASOL
Sebagai langkah tindak lanjut menuju integrasi global, saat ini tengah dilakukan proses input data teknis, alamat, serta profil kontak person penggiat Proklim ke dalam sistem database NGO Belanda. Sinkronisasi data ini akan membuka pintu kolaborasi yang lebih luas, memastikan Agrowisata Palas tetap konsisten menjadi role model kawasan hijau yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.
