Berita DaerahFEATUREDGeneralLatestNasehatNewsRohulSocialWarta Daerah

Ketua MUI Ujung Batu Isi I’tikaf Warga LDII dengan Tausiah, Ungkap 4 Ciri Orang yang Mengejar Ampunan

Rokan Hulu – Suasana khusyuk dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan i’tikaf di Masjid Baitul Atiq, Desa Sukadamai, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu. Pada malam ke-22 Ramadan 1447 H, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ujung Batu, Ustadz Achlakisman Ramli, S.Ag., M.Pd.I., berkunjung ke Pimpinan Cabang (PC) LDII Ujung Batu sekaligus menyampaikan tausiah usai salat Isya dan Tarawih berjamaah.

Kegiatan tersebut disambut hangat oleh pengurus dan jamaah LDII yang memadati masjid untuk mengikuti rangkaian ibadah Ramadan. Kehadiran Ketua MUI Kecamatan Ujung Batu juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara ulama dan warga LDII.

Ketua PC LDII Ujung Batu, Ari Akhabun Hasan, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran Ustadz Achlakisman yang berkenan meluangkan waktu untuk memberikan tausiah kepada jamaah.

Ia menegaskan bahwa silaturahmi dan sinergi antara ulama, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam memperkuat persatuan umat Islam di tengah masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Ketua MUI Kecamatan Ujung Batu yang berkenan memberikan tausiah kepada jamaah. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menambah wawasan keagamaan bagi warga LDII,” ujar Ari.

Usai sambutan, Ustadz Achlakisman menyampaikan tausiah dengan gaya yang santun dan penuh makna. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal ibadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa ciri orang yang sungguh-sungguh mengejar ampunan Allah, sebagaimana diajarkan dalam Islam.

“Orang yang mengejar ampunan Allah memiliki beberapa tanda. Pertama, mereka gemar berbagi dan berinfak, baik saat lapang maupun sempit. Bukan besar kecilnya yang utama, tetapi keistiqamahan dalam memberi,” jelasnya.

Kedua, lanjutnya, orang tersebut mampu menahan emosi dan tidak mudah terpancing amarah, termasuk ketika menghadapi perbedaan pendapat dalam persoalan fikih.

“Perbedaan jangan sampai memecah belah umat. Orang yang mengejar ampunan Allah mampu mengendalikan emosi dan tetap menjaga persaudaraan,” tambahnya.

Ciri ketiga adalah menjadi pribadi yang pemaaf dan tidak menyimpan dendam kepada sesama. Sedangkan ciri keempat, seseorang yang mengejar ampunan akan segera memohon ampun kepada Allah ketika menyadari telah melakukan kesalahan atau dosa.

Menurutnya, bulan Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa karena penuh dengan rahmat dan maghfirah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri.

“Ramadan adalah bulan ampunan. Allah membuka pintu taubat selebar-lebarnya bagi hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya,” ungkapnya.

Tausiah tersebut mendapat perhatian penuh dari jamaah yang mengikuti kegiatan i’tikaf. Banyak jamaah mengaku mendapatkan motivasi dan penguatan spiritual untuk meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadan.

Kegiatan yang berlangsung khidmat itu tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga mempererat hubungan antara MUI Kecamatan Ujung Batu dengan PC LDII Ujung Batu. Kebersamaan tersebut menjadi salah satu wujud sinergi dalam membina umat dan menjaga ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *