Perkuat Silaturahmi di Bulan Ramadhan, PAC LDII Tri Manunggal Terima Kunjungan Sapari Romadhon dari Majelis Taklim dan Pemdes
Kampar (7/3)– Dalam rangka mempererat tali persaudaraan antar umat Islam di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Desa Tri Manunggal menerima kunjungan Sapari Romadhon dari Majelis Taklim setempat, Kepala Desa Tri Manunggal beserta aparatur, dan tokoh masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 2 Maret 2026, bertempat di Masjid LDII Baitushobirin ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah desa dan ulama.
Kunjungan yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan ini diawali dengan sambutan dari masing-masing pihak, dilanjutkan dengan tausyiah Ramadhan, serta diakhiri dengan penyerahan buku pedoman ibadah sebagai bentuk kontribusi LDII dalam pembinaan umat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tri Manunggal menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi antar elemen masyarakat di Masjid LDII Baitushobirin. Ia menegaskan bahwa momentum Ramadhan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Acara seperti ini harus dilestarikan, jangan sampai putus. Agar kita sebagai umat Islam bisa saling hormat-menghormati satu dengan yang lain. Alhamdulillah, setiap tahun kita bisa melaksanakan kegiatan seperti ini,” ujar Kepala Desa Tri Manunggal di hadapan jamaah.
Pernyataan tersebut mendapat sambutan hangat dari seluruh hadirin. Kepala desa berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang, mengingat manfaatnya yang besar dalam membangun kerukunan dan kebersamaan antar warga, lintas organisasi dan golongan.
Memasuki acara inti, Ketua Majelis Taklim Desa Tri Manunggal, KH Akhyarul Umam, menyampaikan tausyiah yang mendalam dan edukatif kepada seluruh jamaah. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan tentang pentingnya menjaga kualitas ibadah puasa tidak hanya dengan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menghindari segala hal yang dapat mengurangi bahkan membatalkan pahala puasa.
“Kita dalam berpuasa supaya bisa menghindari segala yang bisa membatalkan puasa, termasuk ghibah (menggunjing), ucapan yang jorok, dan masih banyak yang lain. Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga lisan, pikiran, dan perbuatan dari hal-hal yang dilarang agama,” papar KH Akhyarul Umam.
Lebih lanjut, tokoh agama yang juga pimpinan majelis taklim tersebut menyampaikan rasa bangganya terhadap jamaah LDII yang dinilainya memiliki komitmen kuat dalam menjalankan syariat Islam.
“Saya bangga dengan LDII. Saya juga bisa tukar pikiran tentang hukum-hukum agama dan melihat kontribusi LDII untuk desa ini. Saya kalau di masjid lain lesehan, di sini saya duduk di atas. Insyaallah begini, jazakallahu khairan,” ungkapnya dengan penuh kehangatan, disambut tawa dan rasa haru dari jamaah.
Pernyataan tersebut menunjukkan tingginya toleransi dan saling menghargai antar sesama muslim yang berbeda latar belakang organisasi. Hal ini sejalan dengan semangat Ramadhan yang mengajarkan kedamaian dan persaudaraan.

Puncak acara silaturahmi ini ditandai dengan penyerahan buku pedoman ibadah dari pengurus PAC LDII Desa Tri Manunggal kepada KH Akhyarul Umam selaku Ketua Majelis Taklim setempat. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam pembinaan keagamaan di lingkungan majelis taklim, sekaligus memperkaya khazanah keislaman warga.
Penyerahan buku pedoman ibadah ini menjadi simbol nyata kontribusi LDII dalam mendukung pengembangan sumber daya umat melalui literasi keagamaan. Sinergi antara LDII dan majelis taklim diharapkan dapat terus terjalin untuk kemaslahatan masyarakat Desa Tri Manunggal.
Kegiatan Sapari Romadhon yang digelar di Masjid LDII Baitushobirin ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan khidmat. Para jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari sambutan, tausyiah, hingga doa bersama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara PAC LDII Desa Tri Manunggal dengan pemerintah desa, majelis taklim, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen umat Islam. Sinergi yang kuat antar komponen bangsa menjadi modal berharga dalam membangun kehidupan beragama yang moderat, rukun, dan penuh kedamaian.
Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai bulan ibadah ritual, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat silaturahmi, saling menghormati, dan membangun peradaban yang lebih baik di tingkat desa. Seperti pesan Kepala Desa, acara seperti ini harus terus dilestarikan agar ukhuwah Islamiyah tetap terjaga dari generasi ke generasi.(Usm)

