EducationLatestNasionalPolitics

Menko AHY: LDII Harus Tingkatkan Peran Strategis dalam Pembangunan SDM Menuju Indonesia Emas 2045

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) , menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui jalur pendidikan merupakan kunci utama dalam menentukan masa depan Indonesia. Pernyataan ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam acara “Kuliah Umum, Santunan Anak Yatim, Pembagian Sembako, dan Buka Bersama” di Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrosyidin, Jakarta, pada Rabu (5/3/2026).

Kunjungan Menko AHY ke lingkungan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin yang berada di bawah naungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan ormas keagamaan dalam memajukan bangsa.

Di hadapan para santri, ulama, dan pengurus LDII, Menko AHY menekankan bahwa kekayaan alam Indonesia yang melimpah tidak akan berarti tanpa ditopang oleh kualitas manusia yang unggul.

“Meskipun Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, kemajuan bangsa tetap sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang dimilikinya. Saya menilai LDII memiliki rekam jejak yang kuat dalam pengembangan pendidikan serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” ujar AHY dalam kuliah umumnya.

Ia juga mengapresiasi peran LDII dalam menyampaikan dakwah Islam yang kokoh dalam syariat namun tetap selaras dengan nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, perpaduan antara nilai keislaman dan nasionalisme menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang religius, berkarakter, sekaligus memiliki semangat patriotisme.

“Perpaduan antara nilai keislaman dan nasionalisme menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang religius, berkarakter, sekaligus memiliki semangat patriotisme,” tutupnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY juga menyoroti pentingnya menjaga semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan. Menurutnya, hubungan yang baik antara ulama dan umaro menjadi kunci dalam mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Saya rasa banyak hal yang bisa kita lakukan bersama-sama, karena Indonesia negara besar, negara yang sangat majemuk. Dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja, apa yang terjadi di Timur Tengah sungguh mencekam dan membuat kita semua harus lebih bersyukur. Indonesia dalam keadaan yang damai, tapi tidak boleh dianggap itu akan terjadi selamanya,” tambahnya mengingatkan.

Menyambut arahan Menko AHY, Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan motivasi yang diberikan kepada para santri. Ia menegaskan komitmen LDII untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam membangun bangsa.

“Kami berharap kehadiran ini dapat memberikan semangat dan memicu para santri untuk terus berkembang menjadi pribadi yang memiliki pengabdian dan kontribusi bagi bangsa dan negara,” ujar KH Chriswanto.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara kekuatan sosial masyarakat dan otoritas pemerintah merupakan kekuatan luar biasa untuk menjaga keutuhan bangsa, membangun Indonesia ke depan, dan mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang terbaik.

“Kami adalah kekuatan sosial, maka harus ada sinergi dengan kekuatan otoritas. Pak Menko ini pemegang kekuatan otoritas. Saya berharap sinergisitas ini menjadi kekuatan yang luar biasa dalam rangka, satu menjaga keutuhan bangsa. Dua, membangun bangsa ke depan. Dan yang ketiga, untuk bertahan menjadi Indonesia is the best,” ungkapnya penuh optimisme.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, KH Chairul Baihaqi, memaparkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pihaknya terus berupaya menyediakan sarana pendidikan yang modern serta memadukan ilmu pengetahuan umum dengan nilai-nilai agama.

Menko AHY sempat meninjau langsung kawasan pendidikan di lingkungan pesantren, melihat berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari sarana olahraga, balai pelatihan, hingga pembangunan gedung sekolah dari tingkat SD, SMP hingga SMA yang saat ini sedang diselesaikan.

“Pengembangan fasilitas pendidikan seperti yang dilakukan di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin merupakan langkah penting untuk mencetak generasi muda yang memiliki kualitas pendidikan, karakter yang kuat, serta kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Menko AHY saat meninjau fasilitas tersebut.

KH Chairul Baihaqi menegaskan bahwa sumber daya manusia merupakan modal utama bagi kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu, pembangunan sekolah umum di lingkungan pesantren menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki pola pikir baik, penguasaan ilmu pengetahuan, serta karakter religius.

“Melalui langkah tersebut, kami berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Kunjungan Menko AHY ke Pondok Pesantren Minhajurrosyidin ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh elemen LDII untuk terus meningkatkan peran strategisnya dalam pembangunan SDM Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi antara ulama dan umaro demi terwujudnya Indonesia yang maju, damai, dan sejahtera.(Dpp)

Rif

Belajar Seperti lebah yang mampu menghsilkan madu, yang sangat bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *