Tampung Aspirasi Generasi Muda, Pembina LDII Dayun Buka FGD di Wisata Embung Terpadu
DAYUN – Pembina Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Dayun, H. Kasno, membuka kegiatan Forum Grup Diskusi (FGD) bagi generasi penerus (generus) LDII di kawasan Wisata Embung Terpadu Dayun, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi, berbagi gagasan, serta mengungkapkan berbagai kendala yang dihadapi dalam mengembangkan potensi diri, baik di bidang pendidikan, keterampilan, maupun kegiatan sosial dan keagamaan.
Melalui forum tersebut, para generus diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat secara terbuka sehingga berbagai masukan dapat dihimpun dan menjadi bahan evaluasi dalam menyusun program pembinaan generasi muda LDII ke depan.
Pembina LDII Kecamatan Dayun, H. Kasno, menekankan pentingnya memberikan ruang kepada generasi muda untuk menyampaikan aspirasi serta mengembangkan kemampuan sesuai bakat dan minat masing-masing.
Menurutnya, generasi muda perlu mendapatkan perhatian, pendampingan, dan kesempatan yang memadai agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter luhur, serta memiliki kontribusi positif bagi masyarakat.
“Melalui FGD ini, kami ingin mendengar langsung aspirasi dan kendala yang dihadapi generus. Dengan begitu, pembinaan dapat lebih tepat sasaran dan mereka bisa berkembang sesuai bakat, minat, serta potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Suasana Wisata Embung Terpadu Dayun yang terbuka dan nyaman diharapkan turut mendukung komunikasi yang lebih santai, akrab, dan konstruktif antara generasi muda dengan para pembina.
Selain menjadi sarana menyampaikan aspirasi, FGD ini juga diharapkan mampu menumbuhkan keberanian generus dalam mengemukakan pendapat, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta memperkuat kebersamaan dalam merancang kegiatan yang bermanfaat.
Melalui kegiatan tersebut, LDII Kecamatan Dayun berharap pembinaan generasi penerus dapat berjalan lebih terarah dengan memperhatikan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, generus tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan potensi diri untuk menghadapi tantangan masa depan.

