Wajib Tahu! Ini Dia 5 Kunci Sukses Ramadhan dari LDII Bengkalis yang Bikin Ibadah Makin Berkah
Merasa Ramadhanmu kurang greget? Jangan khawatir! LDII Bengkalis punya 5 kunci sukses yang bikin ibadahmu pecah berkahnya. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bengkalis baru saja sukses menggelar Tausiyah Ramadhan 1447 Hijriah di Masjid Sabilul Jannah Duri pada Selasa, 24 Februari 2026. Acara inspiratif ini bertujuan membekali jamaah dengan panduan praktis untuk meraih keberkahan maksimal di bulan suci Ramadhan, dengan fokus pada “5 Kunci Sukses Ramadhan” yang diuraikan oleh para tokoh.
Dalam tausiyah tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Bengkalis, Muryanto, menyampaikan poin-poin penting yang menjadi esensi kesuksesan ibadah di bulan Ramadhan. “Ada 5 kunci sukses Ramadhan yang perlu kita pegang teguh: 1. Puasa, 2. Tarawih, 3. Tadarus Al-Quran, 4. I’tikaf/Lailatul Qadar, dan 5. Zakat Fitrah,” tegas Muryanto.
Poin-poin ini kemudian dielaborasi lebih lanjut sebagai berikut:
- Sukses Puasa Ramadhan: Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah latihan spiritual untuk mengendalikan hawa nafsu, menjauhkan diri dari perbuatan sia-sia, dan memperbanyak amal kebaikan. Ini adalah momentum membersihkan jiwa dan raga.
- Qiyamul Lail/Sholat Tarawih: Menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan sholat tarawih berjamaah merupakan wujud syukur atas nikmat Ramadhan. Ibadah malam ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, dan memperkuat keimanan.
- Tadarus Al-Qur’an: Bulan Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur’an. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan interaksi dengan kitab suci, baik melalui membaca, memahami maknanya, maupun mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
- I’tikaf/Lailatul Qadar: Sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah kesempatan emas untuk beri’tikaf di masjid, fokus beribadah, dan mengharapkan pertemuan dengan Lailatul Qadar, malam seribu bulan yang penuh kemuliaan.
- Sukses Menunaikan Zakat Fitrah: Sebagai penutup ibadah puasa, menunaikan zakat fitrah adalah kewajiban yang menunjukkan kepedulian sosial terhadap sesama dan menjadi penyucian diri dari dosa-dosa kecil selama berpuasa.
Penguatan terhadap lima kunci sukses ini juga disampaikan oleh Ustadz H. Ngatno Eko Prawiro, yang juga hadir sebagai penceramah. “Lima sukses Ramadhan tersebut diuraikan yaitu tentang sukses puasa Ramadhan, 2. Qiyamul lail/Sholat Tarawihnya, 3. Tadarus Al-Qur’an supaya ditingkatkan, 4. I’tikaf/Lailatul Qadar, dan 5. Sukses Menunaikan Zakat,” imbuhnya, menekankan pentingnya setiap aspek ibadah ini.
Tausiyah Ramadhan ini diselenggarakan dengan tujuan utama memberikan pencerahan kepada jamaah Masjid Sabilul Jannah Duri agar mereka semakin termotivasi dan memiliki bekal ilmu yang cukup untuk menjalani ibadah di bulan suci. Acara ini merupakan inisiatif DPD LDII Kabupaten Bengkalis, bertempat di Masjid Sabilul Jannah Duri, Bengkalis, Kecamatan Mandau, pada tanggal 24 Februari 2026.
Ustadz H. Ngatno Eko Prawiro, yang dikenal sebagai salah satu petugas dan pelatih Haji dan Umroh di Kabupaten Bengkalis, hadir sebagai narasumber utama. Selain menguraikan lima kunci sukses Ramadhan, beliau juga menyampaikan materi penting lainnya. “Pemahaman pentingnya masalah sholat, haji, dan ditambah dengan tausiyah 5 sukses Ramadhan dan juga larangan-larangan dalam berpuasa, menjadi fokus pembahasan kami,” jelas Ustadz Ngatno, memperkaya khazanah ilmu para jamaah.
Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan jamaah semakin semangat menjalani ibadah Ramadhan tahun ini dengan kualitas yang lebih baik dan penuh penghayatan. Masyhuda, salah satu narasumber, mengungkapkan harapannya. “Dengan acara seperti ini, diharapkan warga LDII semakin paham agama,” ujarnya.
Kelima kunci sukses Ramadhan ini seyogianya tidak hanya menjadi wawasan teoritis, melainkan harus diinternalisasi dan diaplikasikan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah Ramadhan berakhir. Dengan demikian, bulan suci ini dapat menjadi momentum transformasi spiritual yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkokoh ketakwaan. Mari jadikan setiap Ramadhan sebagai tangga menuju pribadi yang lebih baik, penuh semangat dalam beribadah, dan senantiasa haus akan ilmu agama.

