ROF. JAMSARI UNGKAP STRATEGI PENDANAAN RISET PERGURUAN TINGGI UNTUK DUKUNG 8 KLASTER KONTRIBUSI LDII UNTUK BANGSA.
PEKANBARU** Inovasi pendanaan yang menghubungkan langsung antara program pengabdian masyarakat dengan kekuatan riset akademik terkuak dalam pertemuan konsolidasi akbar. Profesor Jamsari membongkar strategi kunci yang memungkinkan program 8 Klaster Kontribusi LDII dapat bergerak masif, didukung penuh oleh dana riset perguruan tinggi. Ini bukan sekadar teori; ini adalah jalan pintas struktural menuju kontribusi nasional yang terukur.
Penguatan Organisasi LDII Sumbar diselaraskan dengan Penguatan LDII Riau pada hari Jumat, 22 Januari 2026. Bertempat di Gedung Pertemuan DPW LDII Sumbar, pertemuan ini diselenggarakan dengan tujuan utama memperkuat internal organisasi dan mensosialisasikan program kerja 8 Klaster Kontribusi LDII untuk Bangsa.
Acara konsolidasi ini menghasilkan komitmen kuat dari seluruh peserta untuk menggenjot penguatan program 8 Klaster Kontribusi. Dalam rapat pleno, ditekankan perlunya sosialisasi yang lebih intensif kepada pengurus dan warga LDII agar program ini dapat terinternalisasi hingga tingkat terkecil.
Prioritas implementasi pun telah ditetapkan, dengan menargetkan dua klaster utama sebagai fokus awal. Di bidang kesehatan, pengurus menargetkan penguatan kegiatan “Kampung Bebas Asap Rokok,” sementara di bidang lingkungan, kerja sama akan diintensifkan pada program Proklim dan Unit Pengolahan Sampah Terpadu (UPST). Untuk memastikan keberlanjutan, partisipan juga menyepakati perlunya dilakukan pertemuan terjadwal sebagai tindak lanjut penguatan organisasi.
Sinkronisasi Riset dan Pengabdian
Inti dari strategi keberlanjutan program tersebut dipaparkan langsung oleh Prof. Dr.sc.agr.Ir. Jamsari, M.P., yang hadir sebagai pembicara utama. Prof. Jamsari menjelaskan bahwa kunci pendanaan yang inovatif dan berkelanjutan terletak pada sinkronisasi antara kebutuhan program 8 Klaster dengan agenda riset di perguruan tinggi.
“Program 8 Klaster ini membutuhkan data, implementasi, dan pengujian ilmiah agar dampaknya terukur. Pendanaan untuk kontribusi ini dapat disinkronkan dengan kegiatan riset yang memang menjadi fokus perguruan tinggi,” ungkap Prof. Jamsari. Ia menunjuk Universitas Andalas (UNAND) Padang sebagai mitra sinergi akademik utama dalam pilot project pendanaan riset yang mendukung program kontribusi LDII ini. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat LDII dapat menjadi lahan riset yang bermanfaat bagi kampus, sementara kampus menyediakan sumber daya finansial dan keilmuan.
Sementara itu, dalam sesi koordinasi struktural, Dr. Imamsuprayogi ST.MT menekankan pentingnya komunikasi vertikal dalam setiap langkah organisasi. Dr. Imamsuprayogi memberikan arahan tegas bahwa setiap pertemuan untuk penguatan organisasi harus dikomunikasikan secara berkala dengan pembina organisasi setempat. Langkah ini sangat krusial untuk memastikan dukungan penuh, meminimalkan hambatan birokrasi, dan menjamin efektivitas implementasi program di tingkat daerah.

