Berita DaerahDPW LDII RIAUEducationHukumNasehatNasionalNewsPelalawanPelalawanPoliticspublicSocialWarta Daerah

DPD LDII Kabupaten Pelalawan: Hari Kesaktian Pancasila Jangan Jadi Seremoni Belaka, Momentum Perkuat Kerukunan di Bumi Seiya Sekata

Pangkalan Kerinci (1/10) — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pelalawan mengajak seluruh elemen masyarakat di daerah ini untuk menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum memperkuat persatuan dan kerukunan. Pancasila dinilai bukan sekadar hafalan, melainkan pedoman hidup bersama dalam merawat keutuhan bangsa di tengah masyarakat Pelalawan yang dikenal sangat majemuk.

Ketua DPD LDII Kabupaten Pelalawan, M. Kurniadi, S.Pd., menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan secara nyata dalam perilaku sehari-hari, khususnya dalam menjaga keharmonisan sosial di Kabupaten Pelalawan yang dihuni oleh beragam suku, agama, ras, dan latar belakang budaya.

“Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat penting bagi kita semua di Pelalawan bahwa persatuan harus terus dirawat. Di tengah dinamika daerah yang berkembang pesat—dengan masuknya arus urbanisasi, investasi, serta penetrasi media sosial—Pancasila harus menjadi kompas moral agar kerukunan antarumat beragama dan antarsuku tetap terjaga dengan baik,” ujar M. Kurniadi.

Menjaga Harmoni di Tengah Dinamika Masyarakat Pelalawan

Sebagai salah satu kabupaten penyangga dan pusat industri serta perkebunan di Provinsi Riau, Kabupaten Pelalawan memiliki karakteristik masyarakat yang sangat heterogen. Berbagai suku seperti Melayu, Jawa, Minang, Batak, Sunda, dan etnis lainnya hidup berdampingan, beriringan dengan dinamika para pekerja dari berbagai penjuru nusantara.

Kondisi ini, menurut M. Kurniadi, membawa potensi positif berupa kekuatan sosial dan budaya, namun juga menyimpan tantangan tersendiri. Arus informasi digital yang begitu cepat di tengah masyarakat Pelalawan dikhawatirkan dapat memicu disinformasi, ujaran kebencian, hingga intoleransi jika tidak disikapi dengan bijak.

Oleh karena itu, DPD LDII Pelalawan mendorong generasi muda dan masyarakat luas di bumi “Seiya Sekata” ini untuk memperkuat literasi digital, berpikir kritis, serta menolak segala bentuk narasi yang mempertentangkan kelompok satu dengan lainnya.

Agama dan Pancasila Berjalan Beriringan

M. Kurniadi juga menambahkan bahwa pemahaman keagamaan yang moderat merupakan kunci utama dalam menangkal radikalisme dan ideologi transnasional yang bertentangan dengan konsensus nasional. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Islam dan Pancasila tidak perlu dipertentangkan.

“Agama dan Pancasila saling melengkapi. Nilai ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin sejalan dengan semangat Pancasila dalam membangun masyarakat yang damai, saling menghormati, dan menjunjung tinggi keadilan sosial,” tegasnya.

Peran Nyata LDII Pelalawan di Akar Rumput

Dalam implementasinya di tingkat lokal, DPD LDII Kabupaten Pelalawan terus berkomitmen memperkuat pembinaan umat secara berkesinambungan. Melalui dakwah kultural yang menyejukkan, penguatan majelis taklim, pembinaan generasi muda yang berkarakter luhur, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, LDII berupaya merajut kebersamaan.

Secara struktural, DPD LDII Pelalawan juga senantiasa berusaha membangun sinergi yang kuat dengan Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Kementerian Agama, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta forum kerukunan umat beragama.

“Kerukunan tidak cukup hanya diserukan lewat slogan, tetapi harus diwujudkan dalam perjumpaan nyata dan kerja bersama di tengah masyarakat. Mari kita jaga Kabupaten Pelalawan tetap kondusif, damai, dan harmonis berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” pungkas M. Kurniadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *