Usung Semangat Sumpah Pemuda, LDII Ujung Batu dan Persinas ASAD Bersinergi Gelar Pasanggiri Pencak Silat
Rokan Hulu – Dengan mengusung semangat Hari Sumpah Pemuda, Pimpinan Cabang LDII Kecamatan Ujung Batu bersinergi dengan Persinas ASAD Kabupaten Rokan Hulu menggelar Pasanggiri Pencak Silat pada Minggu (25/10/2026).
Kegiatan berlangsung di Aula Masjid Baitul Atiq, Desa Sukadamai, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Pasanggiri ini diikuti ratusan peserta putra dan putri, mulai dari anak-anak hingga kalangan lanjut usia (lansia).

Ketua PC LDII Ujung Batu, Ari Akhabun Hasan, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan pasanggiri pencak silat merupakan salah satu upaya untuk melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
“Melalui pasanggiri ini, kami ingin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia. Momentum Sumpah Pemuda juga mengingatkan kita bahwa semangat persatuan, kebersamaan, dan cinta tanah air harus terus kita jaga dan wujudkan melalui kegiatan positif,” ujarnya.
Sementara itu, Pengurus Bagian Pembinaan Prestasi Pengkab Persinas ASAD Rokan Hulu, Ikrom Mubarok, S.Pd menyatakan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahim sekaligus meningkatkan pembinaan pencak silat di berbagai kelompok usia.
“Pasanggiri ini bukan hanya ajang untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga menjadi sarana evaluasi pembinaan, memperkuat persaudaraan, dan menanamkan nilai sportivitas kepada para peserta. Kami mengapresiasi dukungan LDII Ujung Batu serta antusiasme seluruh peserta dan orang tua yang telah menyukseskan kegiatan ini,” ujar Ikrom.
Ia menambahkan, Persinas ASAD Rokan Hulu berkomitmen untuk terus mendorong generasi muda agar mencintai pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Menurutnya, pencak silat tidak hanya membentuk keterampilan bela diri, tetapi juga melatih kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan akhlak yang baik.

Melalui kegiatan ini, LDII Ujung Batu dan Persinas ASAD Rokan Hulu berupaya menjaga keberlangsungan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan meneruskan tradisi pencak silat.

