Rapat Korndinasi Wilayah LDII Riau di Rokan Hulu: Menajamkan 8 Klaster Kontribusi demi Kemaslahatan Bangsa
Bukan sekadar wacana, LDII Riau resmi “tancap gas” di Rokan Hulu melalui gelaran Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Zona 2. Berlokasi di Masjid Baitul Atiq, Ujung Batu, pada Rabu (09/09/2026), momentum ini menjadi tonggak sejarah penguatan 8 Klaster Kontribusi untuk Bangsa yang dirancang untuk mengubah wajah masa depan daerah serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Kegiatan yang diinisiasi oleh DPD LDII Rokan Hulu ini merupakan forum strategis penataan organisasi. Fokus utamanya adalah meningkatkan kapasitas kepemimpinan dari tingkat DPD, PC, hingga PAC agar lebih profesional dan adaptif dalam menghadapi tantangan era post-truth. Konsolidasi ini menjadi krusial untuk memastikan tata kelola kelembagaan berjalan selaras dengan tuntutan zaman yang kian dinamis.

Dalam arahannya, Dr. Imam Suprayogi, S.T., M.T., menyatakan apresiasi yang mendalam terhadap militansi para kader di lapangan. “Saya bangga atas tingginya antusiasme serta kekompakan seluruh pengurus DPD, PC, hingga PAC dalam memperkuat kapasitas organisasi,” ungkapnya di hadapan ratusan pengurus.
Langkah LDII Riau di Zona 2 ini memiliki landasan filosofis dan praktis yang kuat. Komitmen penguatan kelembagaan ini didorong oleh keinginan untuk menyelaraskan program kerja dakwah dengan arah pembangunan daerah jangka panjang, khususnya dalam menyukseskan RPJPD Provinsi Riau 2025–2045 serta menyokong program Asta Cita pemerintah pusat.
Fokus utama penguatan ini terletak pada maksimalisasi 8 Klaster Kontribusi untuk Bangsa, dengan prioritas pada isu ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan hidup. Dr. Imam Suprayogi menekankan pentingnya peran aktif warga LDII dalam pembangunan nasional. “Warga LDII harus meningkatkan kecintaan terhadap organisasi, menajamkan 8 Klaster Kontribusi, serta menjadi jembatan strategis yang menyukseskan program pemerintah di akar rumput,” tegasnya.
Di tengah disrupsi informasi, LDII Riau memandang bahwa profesionalitas pengurus adalah harga mati. Kehadiran narasumber seperti penggiat Proklim Agrowisata, Awaldi Hasibuan, memberikan perspektif teknis mengenai kontribusi nyata organisasi pada isu ekologis. Transformasi ini disambut positif oleh para peserta yang merasakan adanya pembaruan dalam tata kelola organisasi.
“Kami sangat bersyukur atas ilmu manajemen organisasi baru yang mencerahkan serta membakar semangat kerukunan antar-pengurus,” ujar salah satu peserta Rakorwil Zona 2 Rokan Hulu.
Keberhasilan konsolidasi ini juga mendapat apresiasi tinggi dari elemen di luar organisasi. Sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan komitmen kebangsaan yang ditunjukkan LDII dianggap sebagai standar baru bagi organisasi kemasyarakatan.
Sejumlah tokoh agama dan perwakilan pemerintah daerah yang hadir sebagai tamu undangan menyatakan kekagumannya terhadap pola pembinaan LDII. “Kami sangat mengagumi keteraturan manajemen, profesionalitas pengurus, serta komitmen kebangsaan LDII dalam membentengi masyarakat di era digital,” pungkas salah satu perwakilan tokoh yang hadir.
Melalui penguatan barisan di Rokan Hulu, LDII Riau menegaskan posisinya bukan hanya sebagai lembaga dakwah, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah. Dengan menajamkan 8 Klaster Kontribusi, LDII siap mengawal pencapaian Indonesia Emas 2045 demi kemaslahatan seluruh lapisan bangsa.

