Pendidikan itu Penting Bagi Wanita

LDII meyakini keluarga yang bahagia dan memiliki anak-anak yang unggul dimulai dari seorang istri yang terampil dan memiliki pengetahuan yang baik. DPD LDII Jakarta Timur pada Minggu (12/10) silam, menghelat Seminar Pengembangan Kreativitas Pemuda-Pemudi Minhajusshobirin. Bertujuan untuk memberi pengetahuan bagi calon orangtua sebagai bekal membina rumah tangga.

Dalam kesempatan itu DPD LDII Jakarta Timur mengundang dua pakar yang kondang karena karena aktivitasnya. Erni Suherna adalah aktivis lingkungan yang meraih penghargaan Upakarti 2008 — yaitu penghargaan tertinggi dari Pemerintah kepada mereka yang telah berdedikasi tinggi melakukan berbagai upaya yang sangat luar biasa dalam pengembangan industri kecil dan menengah.

Narasumber lainnya adalah artis sekaligus perancang busana Ida Royani, artis papan atas yang berkibar sejak 1970-an hingga 1990-an, yang kini memiliki brand busana muslim ternama, “Pengalaman para narasumber ini, kami harapkan mampu memberi motivasi dan pengetahuan bagi para pemudi yang akan menjadi istri dan seorang ibu, dan para pemuda yang nantinya menjadi ayah dan suami,” papar Ketua DPD LDII Jakarta Timur Drs Sarji, SH., M.Pd.

Abad 21 adalah abad yang penuh tantangan dan godaan, “Tanpa bekal iman yang kuat putera dan puteri kita bisa terpengaruh,” kata Sarji.

Dalam kesempatan itu Erni Suherna mengingatkan selain Penggerak Pembina Generasi Penerus (Generus) atau PPG, orangtua terutama ibu juga mempunyai andil besar dalam pendidikan seorang anak. Bila memungkinkan, para wanita memerlukan pendidikan setinggi-tingginya dan wawasan seluas-luasnya, agar para perempuan bisa mengajarkan pengetahuan tersebut kepada anak -anak mereka.

Pendidikan adalah kalimatul hikmah, yang bisa diperoleh di sekolah, di kampus, di pesantren, ataupun dari diskusi. Hal-hal yang baik itulah yang diajakarkan kepada putera dan puteri. “Untuk menghasilkan anak yang unggulan diperlukan ibu yang unggulan pula. Saat kita berinvestasi di bidang pemberdayaan perempuan itu berarti kita menempatkan investasi tertinggi untuk beberapa tahun mendatang,” jelas Erni yang juga Pendiri Lembaga Kursus Erni Suherna Ilham Fadzari.

Menurut Erni yang beken dengan panggilan Bu Nandang itu, hasil investasi tersebut bisa diterapkan kepada anak-anak mereka sampai anak tersebut tumbuh dewasa. Selain pendidikan, para remaja puteri harus mempunyai keterampilan khusus. Dengan demikian mereka memiliki bekal untuk mandiri.

Erni Suherna memotivasi kepada para peserta untuk memiliki keterampilan, terutama untuk berwirausaha, “Dengan menjadi wirausahawan kita bisa terus mengembangkan usaha untuk menghidupi diri dan keluarga,” tutur Erni. Ia mencontohkan keterampilan mendaur ulang sampah. Barang yang tak berguna dan dipandang menjijikan itu dapat disulap menjadi barang siap pakai seperti tas, taplak meja, tempat tisu, hingga baju pesta pernikahan. “Modal yang diperlukan minimal namun bisa mendapatkan penghasilan sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat sampah,” papar Erni.

Ida Royani sepakat perihal perempuan harus mandiri. Ia berbagi kiat suksesnya. “Saat terjun dalam suatu pekerjaan atau profesi akan lebih menyenangkan jika profesi itu dijadikan hobi,” ujar Ida. Menurutnya berwirausaha di abad 21 ini jauh lebih mudah ketimbang saat tahun 90-an dulu. Jika di tahun 90-an untuk mencari bahan kain, kancing dan lain-lain harus ke luar negeri, sekarang tinggal ke Tanah Abang.

“Jika dulu untuk mengajukan pinjaman usaha sangat sulit tapi sekarang bisa langsung memiih di bank mana kita akan mengajukan pinjaman. Dengan segala kemudahan tersebut tunggu apalagi untuk memulai berwirausaha,” ajak Ida

Acara yang dihadiri 200 peserta ini, merupakan salah satu bentuk realisasi program kerja PPG Jakarta Timur di bidang kemandirian. Acara ini diadakan bertujuan untuk memberikan motivasi dan meningkatkan kreatifitas para generasi penerus agar menjadi generus yang mandiri. “Diharapkan dengan adanya pembinaan seperti ini generasi muda bukan hanya bisa melek gadget tetapi juga melek di bidang usaha. Mengamalkan salah satu program Tri Sukses Generus yaitu mandiri,” ujar Gunawan selaku ketua PPG Jakarta Timur 2. (Latifah/Farid/LINES)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *