Mensos Khofifah : Orang Tua Wajib Pahami Pendidikan Keluarga Efektif

Membangun jati diri dan tumbuh kembang anak dalam keluarga perlu peran kedua orang tua. Dengan tanggung jawab dan pembagian tugas antara ayah dan ibu, anak diharapkan mampu menangkal sisi negatif perkembangan jaman seperti paham hedonisme, konsumerisme, dan pragmatisme.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa, dalam Pengajian ibu-ibu yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sidoarjo di Pondok al Barokah Sruni pada Sabtu, (19/8).

Dalam pengajian yang bertema “Peran Ibu dalam Meningkatkan Keharmonisan Rumah Tangga”, Khofifah menyampaikan betapa pentingnya peran orang tua sebagai penyelenggara pendidikan dalam keluarga.

Pasalnya, pendidikan dalam keluarga menjadi tameng paling ampuh untuk melindungi dan menjaga pergaulan anak. Setelah dididik dalam keluarga, anak perlu mendapat asupan rohani, artinya anak butuh pondasi kuat dalam penanaman dan penguatan pembelajaran agama.

“Peran dari si ayah pun tak kalah pentingnya dengan peran si ibu. Selain menafkahi keluarga, peran ayah dalam keluarga pun harus bisa memberikan pendidikan moral, etika, dan agama kepada si anak. Pola asuh yang diberikan oleh si ibu juga harus seiring dengan pola asuh si ayah, maka diperlukan pola komunikasi yang efektif antara anggota keluarga,” tandas Khofifah yang juga sebagai Ketua Muslimat NU.

Seiring berkembangnya zaman terutama teknologi informasi, terjadi dinamika dalam masyarakat baik dari aspek sosial, budaya, maupun ekonomi. Menurut Khofifah, kondisi rumah tangga dengan berbagai pengaruh negatif bisa saja mengakibatkan perceraian. Banjirnya informasi negative lewat gadget dan media sosial justru memperburuk komunikasi antara ayah dan ibu.

Anak akan menjadi korban dan akhirnya terlantar sebab kurang kasih sayang, perhatian, dan pendidikan moral. Oleh karenanya, orang tua harus cerdas dalam menyikapi hal ini. Khofifah berharap kepada seluruh pihak dalam hal ini organisasi masyarakat seperti LDII agar tetap konsisten dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangga bagi warganya.

“Inilah yang patut kita pertahankan, budayakan, kembangkan, dan ajarkan kepada masyarakat luas agar pernikahan dalam sebuah rumah bisa sakinah, mawaddah, warahmah,” pesan Mensos RI kepada ratusan orang ibu dari warga LDII Sidoarjo.

Khofifah menekankan pula, di balik kesuksesan suami, selalu ada istri yang berbakti di dalam rumah tangga. Istri akan senantiasa mendoakan kebaikan dan keberhasilan suami dalam berbagai hal, misal karir, bisnis, ataupun dalam menjaga hubungan keluarga yang kondusif.

Untuk itu, diperlukan kualitas seorang ibu yang dinamis, artinya mempunyai pemahaman agama yang kuat dan berwawasan tentang perkembangan zaman. Apalagi dalam pembinaan generus, LDII mendorong lulusan pondok pesantren untuk menjadi sarjana agar menjadi nilai tambah dalam dunia maupun akhirat. (M. Fauzi Wibowo/linesjatim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *